Tahukah kamu? warna adalah salah satu elemen terpenting di dalam dunia desain grafis. Dengan
adanya warna pada object
desain
grafis yang kita buat, maka akan menambah nilai keindahan pada object
tersebut.
Tentunya dengan pemilihan warna yang tepat, oleh karena penting bagi
kita untuk mengetahui serta memahami macam-macam kelompok serta
pengelompokan warna yang ada agar dapat menciptakan karya grafis
yang bagus dan menarik. Dalam dunia desain warna dapat diartikan
sebagai pantulan cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen tertentu pada
suatu benda.
Dalam pembentukan warna sendiri, ada beberapa konsep yang membentuknya yaitu :
-
Konsep warna RGB
Unsur
pembentuk warna yang terdiri dari Red-Green-Blue.
Ketiga warna tersebut disebut juga dengan warna pencahayaan
(additive
color)
karena warna-warna lain yang terbentuk dari ketiga warna tersebut
melalui permainan intensitas cahaya.
Ketiga
warna tersebut merupakan warna primer untuk membentuk warna-warna
lain. Jika ketiga warna tersebut disatukan maka akan menghasilkan
warna putih.
Cara
kerja sistem pewarnaan pada RGB
ditentukan
oleh intensitas cahaya yang dipancarkan. Semakin kuat cahaya yang
dipancarkan maka akan semakin terang warna yang dihasilkan, sedangkan
jika semakin redup cahaya yang dipancarkan maka akan semakin gelap
warna yang dihasilkan.
Sistem
pewarnaan RGB
sangat
cocok diterapkan pada karya grafis yang bersifat digital, contohnya
untuk tampilan website,
video, presentasi ataupun background
pada
PC.
Jika sistem pewarnaan ini diterapkan pada media cetak maka warna yang
dihasilkan akan kurang sesuai dengan warna yang dilihat pada monitor
PC.
-
Konsep warna CMYK
Sistem
pewarnaan yang terdiri dari warna Cyan-Magenta-Yellow-Black.
CMYK
juga
dikenal dengan istilah substractive
color karena
warna-warna yang dihasilkan merupakan hasil pantulan dari cahaya.
Cara
kerja pada sistem pewarnaan CMYK
yaitu
memantulkan cahaya pada object
yang
dituju, misalnya ada sebuah meja berwarna merah. Kemudian dipancarkan
cahaya ke arah meja tersebut, maka warna merah akan terpancar dari
meja dan terlihat oleh mata. Jika tidak ada cahaya yang dipancarkan
pada object
maka warna yang dihasilkan akan menjadi gelap.
Sistem
pewarnaan ini lebih cocok diterapkan pada karya grafis yang bersifat
cetak seperti brosur, pamflet,
banner
dan
lain sebagainya. Warna yang dihasilkan akan lebih maksimal karena
jumlah warna yang dikombinasikan pada sistem ini lebih banyak.
Sekian penjelasan
singkat yang dapat saya paparkan tentang unsur-unsur pembentuk warna,
pada dasarnya unsur-unsur tersebut sama namun memiliki komponen warna
primer yang berbeda serta jumlah warna yang ada di setiap konsepnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar