Rabu, 21 September 2016

Kenali Lebih Dalam Unsur Pembentuk Warna


Tahukah kamu? warna adalah salah satu elemen terpenting di dalam dunia desain grafis. Dengan adanya warna pada object desain grafis yang kita buat, maka akan menambah nilai keindahan pada object tersebut. Tentunya dengan pemilihan warna yang tepat, oleh karena penting bagi kita untuk mengetahui serta memahami macam-macam kelompok serta pengelompokan warna yang ada agar dapat menciptakan karya grafis yang bagus dan menarik. Dalam dunia desain warna dapat diartikan sebagai pantulan cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen tertentu pada suatu benda.
Dalam pembentukan warna sendiri, ada beberapa konsep yang membentuknya yaitu :
  • Konsep warna RGB

Unsur pembentuk warna yang terdiri dari Red-Green-Blue. Ketiga warna tersebut disebut juga dengan warna pencahayaan (additive color) karena warna-warna lain yang terbentuk dari ketiga warna tersebut melalui permainan intensitas cahaya.
Ketiga warna tersebut merupakan warna primer untuk membentuk warna-warna lain. Jika ketiga warna tersebut disatukan maka akan menghasilkan warna putih.
Cara kerja sistem pewarnaan pada RGB ditentukan oleh intensitas cahaya yang dipancarkan. Semakin kuat cahaya yang dipancarkan maka akan semakin terang warna yang dihasilkan, sedangkan jika semakin redup cahaya yang dipancarkan maka akan semakin gelap warna yang dihasilkan.
Sistem pewarnaan RGB sangat cocok diterapkan pada karya grafis yang bersifat digital, contohnya untuk tampilan website, video, presentasi ataupun background pada PC. Jika sistem pewarnaan ini diterapkan pada media cetak maka warna yang dihasilkan akan kurang sesuai dengan warna yang dilihat pada monitor PC.
  • Konsep warna CMYK

Sistem pewarnaan yang terdiri dari warna Cyan-Magenta-Yellow-Black. CMYK juga dikenal dengan istilah substractive color karena warna-warna yang dihasilkan merupakan hasil pantulan dari cahaya.
Cara kerja pada sistem pewarnaan CMYK yaitu memantulkan cahaya pada object yang dituju, misalnya ada sebuah meja berwarna merah. Kemudian dipancarkan cahaya ke arah meja tersebut, maka warna merah akan terpancar dari meja dan terlihat oleh mata. Jika tidak ada cahaya yang dipancarkan pada object maka warna yang dihasilkan akan menjadi gelap.
Sistem pewarnaan ini lebih cocok diterapkan pada karya grafis yang bersifat cetak seperti brosur, pamflet, banner dan lain sebagainya. Warna yang dihasilkan akan lebih maksimal karena jumlah warna yang dikombinasikan pada sistem ini lebih banyak.

Sekian penjelasan singkat yang dapat saya paparkan tentang unsur-unsur pembentuk warna, pada dasarnya unsur-unsur tersebut sama namun memiliki komponen warna primer yang berbeda serta jumlah warna yang ada di setiap konsepnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar